Jakarta, Depo Indonesia – Anda mungkin sering mendengar ucapan, agar berhati-hati ketika tidur atau menunggu di dalam mobil sambil menghidupkan AC dengan kaca yang tertutup rapat dalam waktu yang cukup lama. Ini berkaitan dengan beberapa kasus tewasnya penumpang di dalam mobil akibat keracunan gas karbon monoksida (CO), yang disebabkan kebocoran sistem pembuangan (knalpot).

Mereka yang menghirup gas karbon monoksida lama kelamaan akan kehilangan oksigen yang seharusnya dihirup lebih banyak. Akbatnya, hemoglobin darah yang harusnya mengikat oksigen dan mengalirkannya ke seluruh tubuh hingga ke paru-paru serta otak terganggu.

Instruktur Safety Institute Indonesia Dhany Ekasaputra mengatakan, bahwa sebagian masyarakat masih banyak yang beranggapan jika keracunan di dalam mobil berasal dari udara yang dikeluarkan AC dalam waktu yang cukup lama, hingga akhirnya seseorang tak sadarkan diri.

Dhany yang tidak setuju anggapan tersebut menjelaskan, kematian karena disebabkan gas yang dikeluarkan melalui sistem pembuangan (knalpot) masuk ke dalam kabin melalui sela-sela mobil. Ini terjadi karena sistem pembuangan tidak berfungsi dengan baik atau mengalami kebocoran.

“Perlu diperhatikan untuk mobil yang sudah tua atau yang tidak dirawat degan baik, kemungkinan adanya sambungan pipa pembuangan (knalpot) yang bocor. Terlebih ada sela-sela mobil yang tidak tertutup rapat, atau bodi mobil yang sudah keropos, sehingga membuat asap knalpot masuk tanpa kita sadari. Penting membuka kaca mobil saat parkir dalam keadaan mesin menyala, agar ada sirkulasi udara dari luar apabila terjadi kebocoran,” kata Dhany di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sumber: metrotvnews.com