Sebaiknya Anda berhati-hati dengan penawaran untuk mengganti penerangan standar, khususnya halogen dengan HID atau LED untuk lampu depan. Lampu HID sekarang harganya makin terjangkau dan lebih cepat hidup meski pemasangan tidaklah mudah. Lampu ini harus menggunakan balast untuk menstarter lampu pada tahap awal.

DUAL beam HID kit installation

DUAL beam HID kit installation

Saat start membutuhkan tegangan 24.000 volt (tugas balast) dan kalau sudah stabil hanya 84 volt.

Nah, kalau pemasangan kabel-kabel tidak rapi, kualitasnya diragukan, termasuk balast dan relay, bisa menimbulkan kebakaran.

Pemasangan balast yang tidak tepat (harus menempel pada bodi agar panasnya bisa dipindahkan) menimbulkan panas dan menyebabkan kabel-kabel dan soket bisa meleleh dan akhirnya terbakar.

Begitu juga dengan kualitas kabel. Oleh karena itu, sebaiknya Anda cari bengkel-bengkel dan tempat modifikasi dengan kualitas kerja bagus dan terpecaya.

Hal yang sama juga berlaku untuk lampu LED, apalagi dari China dengan model sama seperti lampu halogen atau H4 tanpa pendingin yang juga banyak ditawarkan sekarang ini.

Kalaupun ada, yang sudah dilengkapi dengan pendingin, harga satu lampu masih mahal, di atas Rp 1,5 juta.

“Memang sudah banyak yang menawarkan lampu depan LED sekarang ini. Namun saya belum berani. Cahaya yang dihasilkannya belum fokus atau masih berpencar. Belum bisa menyamai lampu HID,” jelas Lily Hernawan., direktur salah satu importir dan distributor lampu berbagai lampu mobil di Indonesia.

Saat ini, lampu LED sudah banyak ditawarkan selain DRL adalah sebagai lampu kabut, sein, rem, mundur, dan interior.

Berdasarkan pengalaman penulis, banyak terminal lampu LED yang dijual secara bebas, posisinya tidak sesuai sistem kelistrikan pada mobil dan sepeda motor.

Akibatnya, lampu bekerja terbalik atau tidak atau tidak bisa sama sekali atau posisinya ngaco. Karena itu, bila Anda ngotot memilikinya, pembelian lampu harus disertai dengan perjanjian uang kembali bila tidak bisa digunakan.

Sumber: Kompas.